jump to navigation

Empat Kebiasaan Bagus Dalam Beraktivitas Maret 17, 2010

Posted by dedewinasis in pengembangan diri.
trackback

Pada suatu hari, pastilah kita pernah merasakan betapa beratnya menjalani kehidupan ini, depresi, stres, tekanan dari mana–mana, deadline pekerjaan yang begitu memburu kita, dan belum lagi beberapa urusan pribadi yang turut menghimpit hari hari kita.

Hari itu, hari jum’at 19 Juni 2009, tepatnya setelah saya keluar dari mesjid untuk melaksanakan ibada Sholat Jum’at. Saya menemukan buku ini, buku  yang sangat menginspirasi saya. Buku itu dijual di halaman depan mesjid kantor. Yaaah dengan merogoh kocek sedikit saya rasa akan sangat berimbang dengan ilmu yang akan saya dapatkan. Buku ini merupakan suntingan dari beberapa buku, dimana buku ini ditulis oleh seorang aothor terkenal di dunia, yakni Dale Carnegie.

Kali ini saya akan berbagi kepada juragan-juragan semua salah satu bagian dari buku tersebut, sesuatu yang menurut saya akan sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan kita. jika juragan-juragan membacanya dan mempraktekkannya. Berikut kesimpulan yang saya dapatkan dari buku tersebut.

Empat Kebiasaan Bagus Dalam Beraktivitas

  • Bersihkan Meja Tulis (meja kerja) dari semua bentuk kertas –> keteraturan
    Keteraturan, merupakan sebuah hukum yang serahusnya menjadi nomor satu bagi diri kita, sekolah (pendidikan), pekerjaan, keluarga, maupun perkerjaan. Perasaan akan adanya keharusan dan rasa tanggung jawab dan perasaan adanya rangkaian tanpa penghabisan yang harus dikerajakan akan menyebabkan kita cemas hingga merasa lelah dan tegang, atau bahkan bisa membuat tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan gangguan pencernaan. ( kaya iklan rokok aja😀 ). Dengan membiasakan bersihkan meja dari semua bentuk kertas akan membantu kita agar terhindar dari tekanan berat maupun perasaan keharusan dan perasaan akan adanya rangkaian masalah tanpa penghabisan ( tanpa ujung) yang harus dikerjakan. ( hal ini sering dialami olah beberapa karyawan, jujur saya pun pernah mengalaminya hehehe😀 inilah kalimat saya, ” wakkhhh.. kerjaan ini belum selesai sudah datang lagi!! kapan kelarnya??!!😦  waddduuuuhhhhh…..😦  ). Selain itu, yang perlu kita tanamkan adalah konsep pekerja, jika kita tetap menjadi perkerja ya..inilah konsekuensinya. Karena kita memang dibayar untuk bekerja. Kalau pekerjaan tidak ada, buat apa perusahaan membayar kita ). Makanya saya pengen berbisnis…biar kita bisa memperkerjakan orang dan membantu orang untuk menyambung hidup😀 ). oh iya, jika berminat untuk berbisnis jangan lupa klik ini www.oneklikpulsa.com. Silakan berkunjung!!! hehe🙂

  • Kerjakan Aktifitas berdasarkan skala prioritas ( skala kepentingan )
    Memang susah untuk melaksanakan hal menurut skala prioritas secara 100%. Sejauh yang saya ketahui ( saya alias dede winasis_red) maupun sang penulis buku ketahui( Dale Carnegie ), membuat rencana pekerjaan berdasar skala terpenting (prioritas) dari yang paling penting terlebih dahulu, hasilnya akan lebih atau bahkan jauh lebih baik, jika dibandingkan dengan melakukan aktivitas tanpa perencanaan. bingung dong mau ngapain ??. Nah, buat yang sudah menjadi boss, jangan menekan anak buah anda yaa,, didik untuk melakukan pekerjaan berdasar skala prioritas, jangan main serobot kerjaan ke anak buah  untuk didahulukan demi kepentingan anda. hihihihi😀 , jika anak buah anda diberi pekerjaan oleh atasan boss, dan atasannya boss lagi dan masing-masing minta didahulukan, apa yang akan terjadi ?? bisa bisa anak buah itu obname deh..  😦   )
    Kalimat berikut saya cuplik utuh dari buku tersebut .

    Kelak jika kamu menjadi seorang pegawai, pengusaha, atau berada di posisi apapun, suatu saat kamu akan berkata :
    ” Berapapun bayaran yang diberikan, aku tak peduli karena ada dua kemampuan yang hampir tidak mungkin dipertemukan.” Kedua kemampuan yang bernilai tinggi itu adalah :
    (a) Kemampuan untuk berfikir
    (b) Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan urutan skala prioritas yang dimulai dari yang paling penting.

  • Jika Menghadapi permasalahan, selesaikan segera !
    Suatu keputusan harus diambil segera, realita mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan segera memang sulit, namun permasalahan harus segera diambil pemecahannya sebelum disusul oleh permasalahan berikutnya. Sebuah keberanian diperlukan untuk melaksanakannya. Namun hal ini akan lebih baik, daripada kita menunda untuk mengambil keputusan dan berlama-lama dalam analisa tanpa ujung, mengapa labih baik?, selain sebelum permasalahan lain datang, terdapat nilai dari mensegerakan pengambilan keputusan tersebut, karena jika kita salah mengambil keputusan, maka akan semakin cepat pula kita menemukan kesalahan kita dan semakin cepat pula kita untuk melakukan tindakan perbaikan. Bandingkan jika kita berlama-lama dalam renungan tanpa penyelesaian yang berujung lari dari kenyataan.

  • Belajarlah berorganisasi dan Berbagi!
    Banyak orang sering mendorong dirinya dalam kecemasan karena kurang mampu. Hal ini dikarenakan mereka tidak perah belajar untuk membagi tanggung jawab kepada orang lain. Beberapa kasusnya antara lain, mereka cenderung untuk memaksakan diri untuk dapat menyelesaikan sebuah permasalahan sendiri. Dikejar perasaan tergesa-gesa, cemas, khawatir, dan tegang. Alangkah baiknya jika berbagi tanggung jawab. Kita akan susah mencari orang yang bisa dipercaya bila kitamempertahankan ego kita masing-masing. Selain itu bia kia memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan seorang diri akan merasa terbebani dan merasa kurang mampu. Maka carilah sudut pandang yang sama, yakni objek yang akan dikerjakan.

Demikian sedikit dari ilmu yang saya dapatkan dari salah satu bab buku yang saya baca dari karangan Dale Carnegie. Semoga bermanfaat. Bagi saya dan anda semua juragan-juragan ! 🙂 tunggu next postingannya yaaa…. 😉

Referensi buku : 7 Jurus Menghilangkan Kecemasan dan Memulai Hidup Baru. Karangan Dale Carnegie. Diterbitkan oleh : Penerbit Kinza Books. Cetakan 1, Juni 2009 (waaahhh saya berarti beli buku cetakan pertama dunk… hehehe😀 )

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: