jump to navigation

pengawas ujian yang tidak manusiawi November 23, 2010

Posted by dedewinasis in Fenomena.
trackback

Pernahkah agan-agan dirugikan oleh pengawa ujian? Kejadian ini sangatlah merugikan bukan? Pengalaman pahit ini saya alami baru saja. Sudah dua minggu ini saya menjalai ujian tengah semester. Di kampus saya ini walau universitas swasta namun komitmen pihak kampus untuk menjaga kualitas mahasiswanya saya nilai memang ketat. Selain banyak persyaratan, bangku yang selalu dirubah-rubah dan dirotasi, jarak bangku yang renggang. Selain itu dari sisi penyelenggaraan ujian pun kampus menggunakan jasa pengaas ujian dari pihak ke 3 ( bahasa jawanya outshourcing_ tulisannya bener apa engga yaaa).

Selain menjaga agar mahasiswa tidak melakukan kecurangan, salah satunya pada ilustrasi diatas, seorang pengawas ujian dibutuhkan untuk memperlancar jalannya ujian dan menghilangkan faktor subjektifitas. Beberapa tugasnya adalah membawa soal ujian beserta lembar jawaban, membagikannya, melakukan absensi, mengadakan pengecekan dokumen peserta ujian (kartu ujian,dsb) dan mengumpulkan kembali soal beserta jawaban dan membawa ke bagian terkait.

Salah satu hal yang ingin saya soroti disini adalah kedatangan sang pengawas ujian yang tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Tentunya hal ini sangat merugikan. Tepatnya hari ini saya menemui seorang pengawas ujian yang sangatlah tidak sportif. Si pria yang sok cool itu datang kurang lebih 10 menit dari waktu yang seharusnya ditentukan (waktu mulai ujian adalah 19:20 WIB, dan selesai pada pukul 21:00 WIB dengan estimasi waktu 100 menit) . Soooo sebagai seorang mahasiswa, tepatnya peserta ujian pasti akan dirugikan jika batas akhir pelaksanaan ujian tetap sesuai standar waktu yang ditentukan. Loooh kita seolah-olah jatah waktunya dikorupsi donk? Benar sekali dan tepat sekali menurut saya.

“waktu tinggal 10 menit lagi!!!” si pria yang sempat membuat saya emosi itu berteriak (pada pukul 20:50 WIB). Dan saya pun menanggapi dengan protes bahwa ujian mulainya terlambat (seharunya menurut acuan estimasi maka akan selesai pada pukul 21:10 WIB). Namun apa tanggapannya, “siapa yang terlambat?!” dengan nada sok tidak bersalah. Saya pun ganti menjawab ” tadi khan ujiannya mulainya terlambat pak” dia pun terdiam. Namun tetap saja waktu tetap memakai waktu standar. Maksud saya dengan protes adalah menuntut hak saya (kami, karena rekan-rekan ikut protes juga) dimana ujian mulai nya molor 10 menit, seharusnya jika dihitung estimasi waktu pelaksanaan ujian (100 menit) maka akan mendapat additional time 1o menit. Namun apa daya, saya tidak mau emosi karena berusaha tetap tenang agar tidak gusar dalam mengerjakan soal terahir dimana saya optimis akan selesai jika dilaksanakan sesuai dengan estimasi yang seharusnya. Namun apa daya…waktu berakhir dan lagi-lagi saya sewaktu memberikan lembar jawaban saya protes kembali agar si pria kurang hajar yang mengkorupsi waktu itu berfikir.

kalau saya emosi pasti sang pengawas ujian akan merasakan ini!

Menurut analisa saya, dimana seorang yang memiliki orientasi terhadap kewajiban dan hak yang berkebalikan pasti akan berbenturan. Dimana mahasiswa menganggap waktu itu estimasi pelaksanaan ujian adalah hak yang harus dihormati, dikarenakan waktu akan menentukan hasil, sedangkan sang pengawas ujian, dia adalah seorang yang dibayar sesuai dengan estimasi waktu yang seharusnya yakni pukul 19:20 s/d 21:00. Maka patokan kewajibannya adalah sampai pukul 21:00. Dan secara psikologis waktu yang ditunggu-tunggu adalah pukul 21:00 WIB, selain pekerjaan menunggu adalah salah satu pekerjaan yang membosankan, sehingga yang diinginkan adalah semakin cepat untuk mencapai waktu akhir dari kewajibannya. Namun? perilakunya yang datang terlambat merupakan kelakuan yang merusak masa depan bangsa. Dimana seharusnya mahasiswa bisa berbuat lebih namun dirugikan akibat ulah sang pengawas ujian datang terlambat.

kalau pemuda sang penerus bangsa dirugikan tidak akan ada lagi calon-calon obama dari Indonesia”

Dengan kasus ini harapan saya agar agan-agan semua sebelum memulai ujian ada baiknya untuk membuat kesepakatan ataupun penyamaan waktu. Sehingga tidak terdapat pihak yang dirugikan.  Semua ini memang tergantung dari kepribadian sang pengawas. Dimana di mata pelajaran sebelumnya, sang pengawas yang salah membawa soal sehingga penyelenggaraan ujian menjadi tertunda sekitar 10 menit pun memberikan additional time kepada kami setelah saya protes. Semoga pengawa yang sportif akan semakin banyak. Dan sumber daya seperti pengawas yang suka terlambat dapat segera musnah dan mendapat teguran dari pihak kampus.

Komentar»

1. sky - November 24, 2010

untug saja anda tidak melakukan tindak kekerasan😀

2. Tonnie - November 24, 2010

mirip2 kasusnya dgn sy.Tp lebih parah lagee.. Udah mulainya telat(pk 20.10an),tp slesainya dmajukn(pk 21.20),materinya blom 100% pula,Mg2 za dihilangkan oknum2 yg ky genee.

dedewinasis - November 24, 2010

semoga saja ya gan!!! hiks2…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: