jump to navigation

Korban trend Fixie April 22, 2011

Posted by dedewinasis in bikers world, jogja, kesehatan.
Tags: , ,
trackback

Tak saya sangka, ternyata trend fixie menggerogoti kantong saya juga nih, tapi memamng itu adalah bagian dari konsekuensi dari mewujudkan keinginan supaya kita puas. Hum…

Bagaimana ceritanya saya jadi korban? Setelah memiliki sepeda Fixie yang saya gunakan di weekend untuk Car free day maupun bike to work, saya kembali membangun Fixie lagi! Namun ini untuk di Jogja😀 . Jadi runtutannya waktu saya pulang ke Jogja rupanya sudah terdapat frame fixie yang merupakan hasil modifan om saya yang punya bengkel😀. Diboyonglah sepeda itu oleh babe saya. Lalu di hari Sabtu itu, saya dengan babe saya berangkatlah ke toko onderdil sepeda di Jogja. Kami borong apa saja yang dibutuhkan, termasuk memilih warna-warna yang keren. Setelah diborong semua komponennya kami rakit deh, oh iya, tentunya kami mampir ke tukang setel velg dulu untuk memasang spoke alias ruji.😀.

Disini kekompakan saya dan babe saya terjadi. Getok sana, getok sini, bagi tugas. Hum…Maklum kami seperti teman.😀

Kami rakit sepeda itu berdua. Dan beginilah hasilnya :

fixie ku

Hum…setelah kami amati, rupanya ada kesalahan disini, warna yang kami pasangkan sepertinya kurang matching. Humm….Setelah kami pertimbangkan, kemudian saya putuskan untuk melepas ban dan aksesories yang berwarna hijau dan memindahkan ban pink dari belakang ke depan. Maksud dari memindahkan warna pink ke depan adalah untuk memberi aksen di roda depan agar lebih fresh. Kemudian ban belakang saya padukan dengan ban warna hitam agar warna orange nya tidak mati. Beli lagi degh ban berwarna hitam😀. Berikut hasilnya :d

Perfect

Yah..beginilah hasil akhirnya, hum…lebih elegan dan sporty kan ? Kami rasa sih sudah cukup perfecto! hehehehe😀. Semoga bermanfaat bagi agan semua yang sedang mencari inspirasi paduan warna fixie😀 supaya mendapatkan warna yang segar alias ngejreng tapi tidak norak😀

Komentar»

1. joe - April 25, 2011

nanya bos, kl spd ky gitu, ada remnya gk? trus gearnya gk bs disetel itu apa gk berat ngontelnya, soale aku yo pengen tp jalananya naik turun. trims

dedewinasis - April 26, 2011

hum….sebenarnya dari konsep awalnya sepeda fixie adalah dengan gear fixed (1 perbandingan gear) dan tanpa menggunakan rem, hal ini dikarenakan mekanisme gerak roda belakangnya dengan sistem doltrap ( kayuh maju ya maju..kayuh kebelakang ya mundur), sehingga ketika hendak mengerem ya dengan menghentikan putaran pedal atau membalikan putaran. Namun hal tersebut cukup susah untuk dilakukan dan dus banyak tragedi kecelakaan bagi yang tidak familier ( dan menurut saya memang tidak safety dengan kondisi seperti itu di jalanan, mengingat lawan kita di jalan tak hanya sepeda, namun mobil, sepeda motor sampai nenek-nenek mau nyeberang jalan). Selain itu dengan sistem doltrap kaki kita akan dipaksa ikut putaran pedal, gimana tidak karena sitem ini tidak memakai free wheel, jadi kalau capek ya kaki kudu lepas dari pedal. Trik yang bisa dilakukan adalah dengan menambah rem depan baca artikel sebelumnya (this is my fixie) , atau dengan memakai sistem mekanis terpedo ( teromol/ rem dengan putaran pedal kebelakang). Kelebihan sistem terpedo yakni pedal bisa diam selama sepeda berjalan / free wheel ( seperti sepeda pada umunya), sehingga saat lelah kaki masih bisa berpijak pada pedal dan pedal tidak berputar. Untuk masalah berat apa engga nya memang tergantung perbandingan giginya. Tapi kalau untuk daerah yang banyak naik turunnya perlu dipertimbangkan lagi. Ngomong2 saya di jakarta juga pakai fixie naik2 jembatan layang😀

2. azizyhoree - April 26, 2011

dolanan anyar deeee? :mrgreen:

dedewinasis - April 26, 2011

yoiii brooo hehehehe..mbangane nulis sik liane *berbahaya hehehe,,,hehehehe *golek aman mode on😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: